Selasa, 07 Februari 2012

kelompok belajar


BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
Proses belajar yang terjadi pada individu memang merupakan sesuatu yang penting, karena melalui belajar individu mengenal lingkungannya dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Menurut pengertian secara psikologis(Slameto, 2003:2), belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Belajar akan menghasilkan perubahan-perubahan dalam diri seseorang. Untuk mengetahui seberapa jauh perubahan yang terjadi, perlu adanya penelitian. Begitu juga dengan yang terjadi pada seorang siswa yang mengikuti suatu pendidikan selalu diadakan penilaian dari hasil belajarnya berupa prestasi belajar.
Secara garis besar ada dua faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu fakor intern ( yang berasal dari dalam individu ) dan faktor ekstern atau faktor luar. Inteligensi atau kecerdasan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dari dalam (intern). Inteligensi erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki siswa meliputi kemampuan menalar, memecahkan masalah, memahami gagasan dan menggunakan bahasa.
Inteligensi besar pengaruhnya terhadap kemajuan belajar(Slameto, 2003:56). Dalam kondisi yang sama, siswa yang mempunyai tingkat inteligensi yang tinggi akan lebih berhasil dari pada yang mempunyai inteligensi yang rendah. Meskipun demikian siswa yang inteligensinya tinggi belum tentu memiliki prestasi yang lebih baik dibanding dengan siswa yang inteligensinya rendah. Hal ini disebabkan karena belajar merupakan proses yang kompleks yang melibatkan banyak faktor yang berpengaruh misalnya status sosial ekonomi orang tua.
Sosial ekonomi keluarga erat kaitannya dengan belajar anak. Dengan sosial ekonomi yang memadai, siswa akan dapat fasilitas belajar yang memadai pula, mulai dari buku-buku, meja belajar, penerangan hingga berkesempatan untuk memilih sekolah yang baik.




1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, terdapat masalah-masalah yang diidentifikasikan sebagai berikut:
1. Apakah pengertian kelompok belajar dalam pembelajaran?
2. Apa hubungan kelompok belajar dengan sosial siswa?
3. Bagaimana pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang diharapkan adalah sebagai berikut::
1. Untuk mengetahui bagaimana pengertian kelompok belajar dalam pembelajaran
2. Untuk mengetahui bagaimana hubungan kelompok belajar dengan sosial siswa
3. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diambil dan diharapkan dari hasil penelitian ini adalah :
1. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya hasil penelitian yang telah ada sebelumnya dan memberikan gambaran mengenai pengaruh status sosial ekonomi dan IQ terhadap prestasi belajar siswa.
2. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi :
a. Sekolah yakni membantu memberikan informasi dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa.
b. Guru yaitu sebagai bahan masukkan dalam memahami peserta didik dilihat dari status sosial ekonomi dan kecerdasannya dan memahami interaksinya di sekolah.
c. Bagi peserta didik dapat menambah wawasan dan memberi motivasi belajar dalam upaya meningkatkan prestasi belajar.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kelompok Belajar
Kelompok Belajar merupakan salah satu pembelajaran dimana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki kemampuan yang berbeda (Anonim, 2004:11). Sedangkan menurut Ibrahim, dkk (2000: 5-6) pembelajaran kelompok merupakan pembelajaran yang dicirikan oleh struktur tugas, tujuan, dan penghargaan kelompok. Siswa bekerja dalam situasi pembelajaran kelompok didorong atau dikehendaki untuk bekerjasama pada suatu tugas dan mereka harus mengkoordinasi usahanya menyelesaikan tugasnya.

Menurut Ibrahim, dkk (2000: 6)
model pembelajaran kooperatif biasanya memiliki unsur-unsur sebagai berikut:

  1. Para siswa harus memiliki persepsi bahwa mereka sehidup dan sepenanggungan bersama.
  2. Para siswa memiliki rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dalam mempelajari materi yang dihadapi.
  3. Para siswa harus berpandangan bahwa mereka memilki tujuan yang sama.
  4. Para siswa harus berbagi tugas dan tanggung jawab yang sama besarnya dengan anggota kelompok lain. 
  5. Para siswa akan diberikan suatu penghargaan yang akan ikut berpengaruh terhadap evaluasi seluruh anggota kelompok.

2.2 Tahap-Tahap Metode Kerja Kelompok

Adapun tahap-tahap dalam pembelajaran dengan metode kelompok antara lain dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 2. 1 : Tahap-tahap dalam pembelajaran kerja kelompok

                        Fase
Tingkah laku guru
Fase – 1
Menyampaikan tujuan dan   memotivasi siswa.



Fase – 2
Menyajikan informasi.

Fase – 3
Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar.



Fase – 4
Membimbing kelompok bekerja dan belajar.

Fase –5 
Evaluasi

Fase – 6
Memberikan penghargaan 

Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut  dan memotivasi siswa untuk belajar.



Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan mendemonstrasikan atau lewat bahan bacaan.

Guru  menjelaskan kepada siswa bagaimana cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan tansisi secara efisien.

Guru membimbing kelompok-kelompok  belajar pada saat mereka mengerjakan tugas.


Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil belajarnya.

Guru mencari cara untuk menghargai upaya-upaya hasil belajar individu maupun kelompok

Berdasarkan tahap-tahap di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan metode kerja kelompok  harus dilakukan secara teratur agar prestasi belajar dapat meningkat. 
2.3 Tujuan Kelompok Belajar
1. Meninggikan rasa percaya diri terhadap kemampuan siswa.
2. Mengembangkan kemampuan siswa dalam bersosialisasi.
3. Mewujudkan tingkah laku yang lebih efektif.
4. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi baik verbal maupun nonverbal.
5. Meningkatkan prestasi belajar siswa

·      Jenis-jenis Kelompok Belajar
Kelompok belajar terdiri atas berbagai macam jenis. Terbagi berdasarkan jumlah siswa per kelompok dan berdasarkan kemampuan siswa. Adapun pembagiannya adalah sebagai berikut :a.Kelompok belajar berdasarkan jumlah siswa per kelompok :
1.Kelompok besar, dengan jumlah siswa antara 20-40 orang, misalnyakomunitas percakapan Bahasa Inggris.
2.Kelompok kecil, dengan jumlah siswa antara 5-10 orang.
3.Kelompok individual, dengan jumlah siswa antara 1-5 orang, misalnyakelompok KIR (Karya Ilmiah Remaja)
b.Kelompok belajar berdasarkan kemampuan siswa :
1.Kelompok belajar sedang, adalah kelompok belajar yang dibentuk  berdasarkan pada kemampuan siswa yang masih membutuhkan bimbingan dan dorongan secara utuh supaya kelompok tersebut berhasil.
2.Kelompok belajar cukup, adalah kelompok belajar yang dibentuk  berdasarkan pada kemampuan siswa yang masih membutuhkanmotivasi dan perhatian supaya berhasil untuk mencapai tujuan.
3.Kelompok belajar baik, adalah kelompok belajar yang dibentuk  berdasarkan pada kemampuan siswa yang sudah mulai mandiri dalammenyelesaikan tugasnya
·      Kriteria-kriteria Pembentukan Kelompok Belajar
Dalam pembentukan kelompok belajar ada beberapa kriteria yang perludiperhatikan, antara lain: tujuan, materi, fasilitas belajar, dan karakteristik siswa..Jika fasilitas belajar dipandang hanya dapat digunakan oleh kelompok kecil secara bergantian, maka siswa harus dibagi menjadi beberapa kelompok kecil
·      Teknik Pembentukan Kelompok Belajar
Untuk membentuk Kelompok belajar, ada beberapa cara atau tehnik yangdapat digunakan, yaitu pembentukan yang bersifat :
a) Teknik Pembentukan Secara Otoriter Dalam pembentukan kelompok belajar dengan cara ini kelompok ditentukan sedemikian rupa oleh guru atau pembimbing tanpamemperhatikan pendapat anak-anak.Dengan demikian maka kelompok itu besar kemungkinannya tidak sesuai dengan kehendak anak-anak..
b) Tehnik Pembentukan Secara BebasTeknik ini adalah dengan menyerahkan pembentukan kelompok belajar itukepada anak-anak sementara guru atau pembimbing tidak ikut campur tangan.Tehnik ini merupakan tehnik yang sebaliknya dari yang pertama.Tehnik inipun mengandung segi-segi yang menguntungkan disamping juga ada segi-segi yang menguntungkan disamping juga adasegi-segi kelmahannya
·      Keuntungannya ialah :
• Anak-anak dapat memilih teman –teman yang betul-betul cocok sehingga mereka betul-betul kompak dan dapat diharapkan akan dapat berlangsung dengan baik.
• Di dalamn kelompok itu ada kepercayaan yang mendalam sehinggaanta mereka dapat berterus terang mengenai segala sesuatu.
·      Kelemahannya ialah :
• Mungkin akan ada anak yang tidak dipilih sama sekali untuk masuk kekdalam kelompok. Bila hal ini terjadi maka akan membawa akibatyang kurang baik.
• Ada kemungkinan bahwa kelompok yang satu dengan yang lain akansaling tertutup menutupi sehingga akan dapat menimbulkan ekses yangkurang baek.
• Ada kemungkinan bahwa anak-anaka yag pandai akan menjadi satukelompok, demikian pula dengan anak-anak yang bodoh.situasi yangdemikian tentu akan berakibat tidak baik.
• Ada kemungkinan anak –anak dari lingkungan sosial yang baik,terutama dari segi sosial-ekonomi, menjadi satu dan demikian jugasebaliknya.keadaan yang demikian ini jelas tidak baik dari segi pendidikan karena pada anak-anak akan tertanam sifat atau sikap yangkurang baik.anak yang satu akan memandang rendah anak yang lainc)Tehnik Pembentukan Secara TerpimpinPembentukan kelompok belajar dengan tehnik ini merupakan tehnik yangsebaik-baiknya.Tehnik ini merupakan perpaduan dari kedua tehnik diatas.
·      Manfaat Kelompok Belajar
1.Belajar dengan membentuk kelompok belajar sendiri dapat memotivasisemangat belajar antara teman satu dengan lainnya.
2.Saling berbagi informasi dan pengetahuan antara teman. Teman yang pandai dapat mengajari dan menularkan kepandaiannya kepada temanlainnya. Dengan begitu, materi yang diserap oleh siswa dapat meratakepada siswa lain.
3.Membangun komunikasi timbal balik dengan adanya diskusi.
4.Bekerjasama menyelesaikan PR maupun tugas sekaligus bersosialisasi diluar sekolah sehingga tidak membosankan.
5.Meringankan tugas yang diberikan kepada siswa karena dikerjakan bersama-sama dengan siswa yang lain.
6.Mengoptimalkan kemampuan berpikir siswa dalam menanggapi suatu permasalahan.
7.Belajar lebih menyenangkan karena dikerjakan secara berkelompok.
·      Belajar Kelompok yang Efisien
1.Jumlah anggota kelompok maksimal adalah 5 orang. Dengan anggotakelompok yang tidak terlalu banyak diharapkan siswa bisa lebih focusdalam berdiskusi.
2.Tentukan materi belajar jauh-jauh hari sebelum belajar kelompok dilaksanakan. Menentukan materi belajar sebelum belajar kelompok dilakukan adalah sangat penting agar semua anggota bisa mempersiapkandiri terhadap materi yang akan didiskusikan.
3.Waktu belajar kelompok minimal 2 jam tiap pertemuan dan dilakukan 3kali dalam seminggu.
4.Ciptakan suasana belajar yang serius tapi santai. si.
5.Manfaatkan waktu untuk mengerjakan soal-soal yang telah disepakati.
2.4 Kelompok Belajar Berdasarkan Pengelompokan Sosial
Pengelompokan yang dimaksud adalah sebuah metode pemisahan siswa dalam sebuah kelompok belajar berdasarkan aspek sosial anak,sosial disini berarti cangkupan bersosialisasi peserta didik dengan teman – temannya yang ada di kelas.
Sosial disini juga berarti sejauh mana pergaulan peserta didik dengan teman – temannya dikelas,dengan temannya yang dirasa oleh mereka dekat maupun temannya yang kurang dekat dengan mereka.
Dalam sebuah kelompok belajar inilah yang sangat diharapkan oleh guru dapat menunjang prestasi belajar peserta didik serta pemahaman meteri ajar oleh peserta didik.Diharapkan siswa dapat berinteraksi dengan baik dengan teman-temannya dalam satu kelompok belajar kecil,dalam hal ini berdasarkan pengelompokan sosial siswa cenderung memilih teman yang dianggapnya dekat dan mereka senangi.Mereka juga akan meresa tidak nyaman bila guru menentukan teman sekelompoknya adalah teman yang kurang dekat bahkan tidak mereka sukai,karena dlam hal ini peserta didik akan merasa leluasa dan enjoy dalam bekerja dalam sebuah kelompok belajar jika sekelompok dengan teman dekatnya sendiri atau teman bermainnya dirumah.

Ada 2 faktor yang mempengaruhi pengelompokan sosial :
·      Kedekatan
Pengaruh tingkat kedekatan, atau kedekatan geografis, terhadap keterlibatan seseorang dalam sebuah kelompok tidak bisa diukur. Kita membentuk kelompok bermain dengan orang-orang di sekitar kita. Kita bergabung dengan kelompok kegiatan sosial lokal.
Kelompok tersusun atas individu-individu yang saling berinteraksi. Semakin dekat jarak geografis antara dua orang, semakin mungkin mereka saling melihat, berbicara, dan bersosialisasi. Singkatnya, kedekatan fisik meningkatkan peluang interaksi dan bentuk kegiatan bersama yang memungkinkan terbentuknya kelompok sosial. Jadi, kedekatan menumbuhkan interaksi, yang memainkan peranan penting terhadap terbentuknya kelompok pertemanan.
·      Kesamaan
Pembentukan kelompok sosial tidak hanya tergantung pada kedekatan fisik, tetapi juga kesamaan di antara anggota-anggotanya. Sudah menjadi kebiasaan, orang leih suka berhubungan dengan orang yang memiliki kesamaan dengan dirinya. Kesamaan yang dimaksud adalah kesamaan minat, kepercayaan, nilai, usia, tingkat intelejensi, atau karakter-karakter personal lain. Kesamaan juga merupakan faktor utama dalam memilih calon pasangan untuk membentuk kelompok sosial yang disebut keluarga.
Menurut Para ilmuan :
·      Mayor Polak
Kelompok belajar adalah Sejumlah orang yang saling berhubungan dalam sebuah struktur.
·      Robert K Merton
Kelompok belajar adalah Suatu unit yg terdiri dari 2 orang/lebih, yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang telah mapan.
·      Mac Iver & Charles H Page
Kelompok belajar adalah Himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yg hidup bersama. Bersifat saling mempengaruhi dan dengan kesadaran untuk saling menolong.
2.5  Ciri dari kelompok belajar berdasarkan pengelompokan sosial :
·      Menurut Soerjono Soekanto
-         Adanya kesadaran sebagai bagian drai kelompok yang bersangkutan
-         Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan yg lain.
-         Ada suatu faktor pengikat yg dimiliki anggota-anggota kelompok, sehingga hubungan  diantara mereka bertambah erat
-         Memiliki struktur, kaidah, dan pola perilakuyg sama
-         Bersistem dan berproses
2.6  Penggunaan metode kerja kelompok :
a.       Pengelompokan untuk mengatasi kekurangan alat-alat pelajaran :
Dalam sebuah kelas, guru akan mengajarkan Sejarah Mesir kuno; Ia tidak mempunyai bahan bacaan yang cukup untuk tiap siswa. Maka untuk memberi kesempatan yang sebesar-besamya kepada siswa, kelas dibagi atas beberapa kelompok. Tiap kelompok diberi sebuah buku untuk dibaca dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telab disediakan guru.
 
b.      Pengelompokan atas dasar perbedaan kemampuan belajar :
Di suatu kelas, guru dihadapkan pada persoalan bagai mana melaksanakan tugas sebaik-baiknya terhadap kelas yang sifatnya heterogen, yakin berbeda-beda dalam kemampuan belajar. Pada waktu pelajaran matematika, Ia menemukan bahwa ada lima orang siswa tidak sanggup memecahkan soal seperti teman-teman lainnya. Guru menyadari bahwa ia tidak mungkin rnengajar kelas dengan menyamaratakan seluruh siswa, karena ada perbedaan dalam kesanggupan belajar. Maka ia membagi para siswa dalam beberapa kelompok dengan anggota yang mempunyai kemampuan setaraf kemudian diberi tugas sesuai dengan kemampuan mereka. Sekali-kali ia meninjau secara bergilir untuk melihat kelompok mana yang membutuhkan pertolongan atau perhatian sepenuhnya.
 
c.       Pengelompokan atas dasar perbedaan minat belajar :
Pada suatu saat para siswa perlu mendapat kesempatan untuk memilih suatu pokok bahasan yang sesuai dengan minatnya. Untuk keperluan ini guru memberikan suatu pokok bahasan yang terdiri dari beberapa sub-pokok bahasan. Siswa yang berminat sama dapat berkumpul pada suatu kelompok untuk mempelajari sub-pokok bahasan yang dimaksud.
 
d.      Pengelompokan untuk memperbesar partisipasi tiap siswa :
Di suatu kelas, guru sedang mengajarkan kesusastraan. Ia memilih suatu masalah tentang lahirnya sastra baru. Dikemukakanlah masalah-masalah khusus, satu diantaranya ialah mengapa ada pendapat yang mengatakan bahwa kesadaran kebangsaanlah yang menjadi perbedaan hakiki antara kesusastraan Melayu dengan kesusastraan Indonesia. Guru tidak mempunyai waktu yang berlebihan, akan tetapi ia mengingjnkan setiap siswa berpartisipasi secara penuh. Untuk setiap masalah diperlukan pendapat atau diskusi. Maka dipecahkan kesatuan kelas itu menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil dengan tugas membahas permasalahan tersebut dalam waktu yang sangat terbatas. Selesai pembahasan kelompok, setiap kelompok rnengemukakan pendapat yang dianggap pendapat kelompok tersebut. Cara mengajar ini dimaksudkan untuk merangsang tiap siswa agar ikut serta dalam setiap masalab secara intensif. Tak ada seorangpun diantara mereka yang merasa mendapat tugas lebih berat dari pada yang lain. Pengelompokkan sementara dan pendek semacam ini disebut juga rapat kilat.
 
e.       Pengelompokan untuk pembagian pekerjaan :
Pengelompokkan ini didasarkan pada luasnya masalah, serta membutuhkan waktu untuk mem peroleh berbagal informasi yang dapat menunjang pemecahan persoalan. Untuk keperluan ini pokok persoalan harus diuraikan dahulu menjadi beberapa aspek yang akan dibagikan kepada tiap kelompok (tiap kelompok menyelesaikan satu aspek persoalan). Siswa harus mengumpulkan data, baik dari lingkungan sekitar maupun melalui bahan kepustakaan. Oleh karena itu proyek ini tidak mungkin diselesaikan dalam waktu dekat seperti halnya rapat kilat, melainkan kemungkinan membutuhkan waktu beberapa minggu. Jadi pengelompokkan disini bertujuan membagi pekerjaan yang mempunyai cakupan agak luas. Kerja kelonipok ini membutuhkan waktu yang panjang.

f.        Pengelompokan untuk belajar bekerja sama secara efisien menuju ke suatu tujuan :
Langkah pertama adalah menjelaskan tujuan dari tugas yang harus dikerjakan siswa, kemudian membagi siswa menurut jenis dan sifat tugas, mengawasi jalannya kerja kelompok, dan menyimpulkan kemajuan kelompok. Di sini jelas walaupun siswa bekerja dalam kelompok masing-masing dan melaksanakan bagiannya sendiri-sendiri, namun mereka harus memusatkan perhatian pada tujuan yang akan dicapai, dan menjaga agar jangan sampai keluar dan persoalan pokok. Lain halnya dengan pengelompokkan untuk pembagian pekerjaan seperti tersebut di atas, tugas kelompok di sini tidak penlu diselesaikan dalam jangka waktu panjang, guru dapat memilih persoalan yang dapat didlskusikan di kelas.
Kelebihan dan kelemahan kerja kelompok :

Kelebihan :
a.       Dapat memupuk nasa kenjasama.
b.      Suatu tugas yang luas dapat segera diselesaikan.
c.       Adanya persaingan yang sebat.

Kelemahan :
a.       Adanya sifat-sifat pribadi yang ingin menonjolkan diri atau sebaliknya yang lemah merasa rendah diri dan selalu tergantung kepada orang lain.
b.      Bila kecakapan tiap anggota tidak seimbang, akan rnenghambat kelancaran tugas, atau didominasi oleh seseorang.


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Siswa SD  sebenarnya selalu membutuhkan adanya kelompok pada saat melakukan kegiatan belajar. Dalam kelompok, siswa dapat mengaktualisasikan diri. Melalui kegiatan belajar dalam kelompok, siswa memperoleh banyak hal antara lain siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang lebih banyak karena mereka dapat belajar dari sesama teman.
Belajar dari sesama teman memiliki makna lebih besar sebab siswa lebih mudah memahami bahasa dan isyarat yang diberikan oleh temannya. Lewat kegiatan berkelompok pula siswa memperoleh berbagai hal yang sulit didapatkan pada saat belajar sendiri, seperti sikap mau menghagai orang lain, sikap mau menerima orang lain, bekerja sama, dan sikap menikmati hidup bersama orang lain.
Dalam sebuah kelompok belajar inilah yang sangat diharapkan oleh guru dapat menunjang prestasi belajar peserta didik serta pemahaman meteri ajar oleh peserta didik.Diharapkan siswa dapat berinteraksi dengan baik dengan teman-temannya dalam satu kelompok belajar kecil,dalam hal ini berdasarkan pengelompokan sosial siswa cenderung memilih teman yang dianggapnya dekat dan mereka senangi.
3.2 Saran
            Buatlah kondisi kelas  konndusif terlebih dahulu agar peserta didik siap untuk menerima dan menyerap pelajaran yang akan mereka dapatkan.Gunakanlah metode dan strategi yang tepat dalam penyampaian materi ajar agar mudah di cerna oleh peserta didik,pakailah media pembelajaran yang cocok dan sederhana agar pemahaman siswa terhadap materi yang kita sampaikan dapat maksimal.
Ketika kita akan membuat sebuah kelompok belajar dalam sebuah kelas usahakan perhatikan aspek – aspek yang penting diantaranya aspek sosial,teman dekat dan kemampuan anak,itu semua akan memudahkan siswa dalam berinteraksi ketika belajar kelompok.
Buatlah peserta didik senyama mungkin dengan kita,dengan teman – temannya,dengan pelajarannya serta dengan suasana kelasnya agar tercipta pemahaman materi yang maksimal dari peserta didik terhadap materi pelajaran yang kita sampaikan.


DAFTAR PUSTAKA

·        www.google.com
·        Wikipedia.com//kelompok belajar
·        Google search//kelompok belajar siswa
·        Google.search//kelompok belajar berdasarkan pengelompokan sosial
·        http://kelompok belajar dan peran guru dalam mengoptimalkan prestasi belajar siswa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar